Hikayat Titik Temu

Angin tak pernah membedakan rupa. Ia bisa menerbangkan butiran sepanjang ia mampu. Dengan keseimbangan akhirnya angin bisa mempertemukan benih dan tanah. Tanah pun sama, selalu ada titik temu yang membuat tanaman mampu bertahan.

Dibalik rahasia alam ini ada pesan bahwa alam selalu punya cara menemui titik temu. Pada sesuatu yang tidak bisa dipertemukan alam menyerahkan pada mahkluk lain untuk menggali karena tidak mungkin menyuruh batu besar.

Siapa? Kita !. Manusia punya kemampuan untuk memberi makna dari setiap perbedaan. ” Di kampung saya (Nias), dulu ada laba-laba yang ketika berhadapan batu besar tubuhnya akan bergetar seolah ingin menunjukkan ia punya kemampuan membesar (seperti batu),” ujar Apolonius Lase

Beberapa hari ini, kami memang banyak berbincang, menyoal persiapan Festival Titik Temu 30 Juni nanti. Dan cerita dari Nias tadi juga berkenaan dengan titik temu. Hakekatnya setiap titik temu pasti ada upaya untuk menyesuaikan diri seperti laba-laba yang menggetarkan tubuhnya.

Pertemuan yang besar dan yang kecil atau yang bawah dan yang atas bisa dijumpai pada tahun, kemasan kerucut dari daun simpor untuk mengemas lontong. Bentuknya yang kerucut mengharuskan ada yang dibawah. Sehingga telinsong bisa dimaknai ” kecil Berjuang besar melindungi”. Jika tidak dilindungi isi telinsong akan tumpah. Dengan begitu yang besar tidak bisa menarik jarang harus ada titik temu. Dan semakin banyak titik temu sehingga utuh.

Sayang, tidak semua perbedaan bisa dipertemukan. Di dunia lain, Asteric dan Obelix punya kisah. Menurut mereka, tidak hanya bangsa Romawi, bangsa Galia juga bangsa yang besar. Tekad Asteric mereka akan tunjukkan pada Julius Caesar , bahwa bangsa Galia tak kalah hebat dari Romawi. Hikayat Titik Temu bangsa Galia dan Romawi acapkali mengundang tawa.

Mestinya memang begitu. Perbedaan tidak perlu menimbulkan pertikaian justeru perlu dikemas agar menjadi kekuatan. Harapannya, Festival Titik Temu pun bisa mengemas perbedaan dan kekuatan membangun pariwisata. Kecil Berjuang Besar Melindungi. (Fiet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *