Yuk Tonton Titik Temu Sambil Nikmati Sunset dari Atas Sampan

JAKARTA, KOMPAS.com – Pesta budaya tari, musik dan teater bertajuk Titik Temu bakal dimeriahkan ratusan seniman Melayu. Gelaran performing arts yang akan disutradarai oleh Wawan Sofwan ini rencananya digelar di Pantai Gusong Bugis, Belitung, pada 16 Juni mendatang. Kegiatan ini hadir sebagai upaya mendukung Negeri Laskar Pelangi ini diakui UNESCO sebagai salah satu geopark dunia.

Produser Titik Temu Linda Samosir menjelaskan bahwa kegiatan ini nantinya menyuguhkan perpaduan tari tradisi dan kreasi baru khas Belitung. Di dalamnya akan ada sisipan musik Melayu serta story telling untuk menceritakan kehidupan masyarakat Belitung di masa lampau hingga masa kini yang tetap harmonis.

“Titik Temu ini diibaratkan sebagai Indonesia Kecil yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” katanya dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (16/4/2019). Linda mengatakan, pesta budaya yang dihadirkan di atas darmaga Gusong Bugis ini akan memberikan emosi intimasi yang kuat kepada para penonton.

“Penonton nantinya bisa menyaksikan pertunjukan ini dari atas sampan sambil menikmati matahari terbenam di pantai Gusong Bugis. Suasana inilah yang akan sulit ditemukan di kegiatan budaya lainnya,” ujarnya meyakinkan. Linda juga menjelaskan pemilihan 16 Juni sebagai tanggal pergelaran yang dilakukan berdasarkan data tabel air. Merujuk data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tanggal tersebut kondisi air dalam keadaan pasang dan laut tenang. “Jadi para penonton akan tetap aman saat menikmati hiburan budaya ini,” katanya.

Lebih lanjut Linda menambahkan setelah menyaksikan pentas performing arts, para penonton nantinya dapat menyantap makan malam di pantai. “Kita akan menyiapkan makanan khas Belitung bernama Bedulang. Nanti akan ada juga narasi yang menjelaskan ikhwal sejarah makanan tersebut,” jelasnya. Wawan menyambut antusias gelaran Titik Temu ini. Menurut dia, pentas yang digelar di pantai ini akan memberikan nuansa sangat berbeda dibandingkan dengan tempat-tempat pertunjukkan yang pernah disutradarainya.

“Ini akan menjadi tantangan menarik untuk menghadirkannya kepada para wisatawan lokal maupun mancanegara yang akan hadir,” ujar sutaradara yang pernah mementaskan novel adaptasi Bumi Manusia ini. Wawan mengatakan kekuatan dari kegiatan ini adalah hadirnya narasi sejarah tentang Belitung. Belitung sesungguhnya telah terekspos oleh negara dan warga dunia sebagai salah satu bagian dalam sejarah jalur maritim perdagangan dunia. Artinya, Belitung telah berperan sebagai tuan rumah bagi pedagang dan wisatawan sejak abad ke-16.

“Sejarah dan aspek kekinian dari Belitung itulah yang kelak kita hadirkan menjadi sebuah selebrasi budaya,” katanya. Sementara itu, pesta budaya Titik Temu ini menjadi bagian penting untuk mendorong Belitung ditetapkan sebagai kawasan geopark oleh UNESCO. Perwakilan Badan Pengelola Geopark Nasional, Dyah Erowati, berharap hadirnya narasi budaya yang mengangkat kearifan lokal setempat bisa membantu proses tersebut. “Ketika Belitung sudah meraih status Global Geopark dari UNESCO maka hal ini akan menjadikannya sebagai destinasi wisata dunia yang banyak dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal atau wisatawan mancanegara,” jelasnya.

Sumber: https://entertainment.kompas.com/read/2019/04/16/140810510/yuk-tonton-titik-temu-sambil-nikmati-sunset-dari-atas-sampan?page=2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *